Kamis, 13 Juni 2013

tugas perekonomian indonesia


NAMA: RIANY
KLS:    1EB07
NPM:   26212269

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
  Pendahuluan  
            Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut. Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Sistem ekonomi bisa diartikan sebagai suatu sistem yang digunakan oleh suatu negara yang bertujuan  untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki kepada individu maupun organisasi yang terdapat di negara tersebut. Berarti, sistem ekonomi Indonesia adalah suatu sistem yang digunakan oleh negara kita yang tujuannya untuk mengalokasikan berbagai sumber daya yang negara kita miliki kepada setiap warga negara Indonesia Walaupun secara keseluruhan sistem ekonomi memiliki berbagai macam jenis dan turunannya, secara umum suatu sistem ekonomi memiliki 3 macam jenis yakni sistem ekonomi kapitalis, Sistem ekonomi sosialis, dan sistem ekonomi campuran.
Sistem ekonomi sosialis bercirikan wewenang serta campur tangan negara yang besar terhadap perekonomian, sementara sistem ekonomi kapitalis bercirikan wewenang swasta dan masyarakat yang bebas bersaing dalam memperoleh keuntungan dan campur tangan pemerintah sangat minim, sementara sistem ekonomi campuran adalah paduan dari kedua sistem ekonomi tersebut dan merupakan sistem ekonomi Indonesia.







Isi
Sistem ekonomi Indonesia Mula-mula
mengarah kepada haluan sosialis, tetapi kemudian berbalik ke kanan, ke haluan liberal. Sejak orde baru di usahakan untuk diseimbangkan. pada akhir dasawarsa ’70-an dicapai titik keseimbangan menjadi Sistem ekonomi pancasila.. Dalam kapitalisme misalnya landasan teori manusianya tercemin dalam asumsi homo-economicus.sedangkan dalam sosialisme landasan teorinya adalah konsep homo socius... Sistem ekonomi sendiri, dengan mengacu kepada Sistem Ekonomi Kapitalis, Sedangkan norma ekonomi itu mencakup konsep-konsep atau persepsi-persepsi pertama mengenai kerja, kedua tentang kekayaan, ketiga tentang perdagangan, keuangan dan industri, kempat tentang perubahan ekonomi dan inovasi teknis,kelima berkaitan dengan faktor-faktor ekonomi serta keenam sikap terhadap mereka yang tidak memiliki sumberdaya ekonomi atau karitas.
Sistem ekonomi Indonesia, sering disebut azas usaha bersama, kekeluargaaan dan tradisi gotong rakyat atau tolong menolong di  kalangan rakyat terutama di pedesaan. Sistem ekonomi pada umumnya dipahami sebagai sistem ekonomi yang universal, seperti Merkantilisme, kapitalisme atau sistem ekonomi liberal laizzes faire, sosialisme, sosial demokrasi, sistem pasar sosial atau sistem ekonomi Islam. Namun dalam praktik, berbagai unsur sistem itu bercampur, misalnya menjadi sistem perekonomian campuran (mixed-economy)). Atau konvergensi antara dua kutub ekstrem, yaitu kapitalisme dan sosialidsme., Sistem Ekonomi Pancasila adalah penjabaran dan realisasi nilai-nilai Pancasila dalam perekonomian Indonesia Sistem Ekonomi Pancasila sebagai sebuah konsep
normatif berdasarkan ideologi yang dianut resmi di Indonesia. Sistem Perekonomian Indonesia adalah kajian tentang sistem perekonomian yang berkembang dalam praktek dalam sejarah perkembangan perekonomian Indonesia yang bisa ditelusuri sejak dari zaman pra kolonial, kolonial, terutama sejak abad ke 19 dan abad 20.







Ekonomi Dualistis

Ekonomi Dualistis adalah dua sistem ekonomi yang bertentangan yang berada bersama pada suatu waktu tertentu, yaitu di Hindia Belanda, sistem perekonomian pra-kapitalistis yang mengadung corak feodal dan tradisional dan sistem ekonomi kapitalisme tinggi yang berlaku pada tahap kapitalisme awal dalam perekonomian kolonial. Ciri dari perekonomian dualistis itu antara lain adalah ko-eksistensi antara perekonomian desa dan kota. Dalam teori ekonomi pembangunan modern dikatakan bahwa rakyat miskin karena kelemahannya sendiri; “Rakyat miskin karena miskin”. Tapi dalam pandangan kaum strukturalis, rakyat miskin  karena dimiskinkan oleh eksploitasi yang terkandung dalam sistem ekonomi. Mereka tidak bisa berkembang karena hambatanhambatan struktural yang tidak dapat mereka atasi sendiri kecuali dihilangkan oleh otoritas politik.Menurut kajian historis G.H.A. Prince tentang “Kebijaksanaan Ekonomi Indonesia 1990-1942” campur tangan atau intervensi Pemerintah Hindia Belanda dari perekonomian rakyat dinilai dari statemen Ratu Wilhelmina dalam suatu pidato awalnya di States General pada tahun 1901 yang mengumumkan akan dilakukannya kebijaksanaan baru Pemerintah jajahan untuk meningkatkan kesejahteraan berdasarkan laporan mengenai kondisi yang mencemaskan di sekitar merosotnya kesejahteraan rakyat semenjak berlakukan sistem laizess faire 1970-1990.




Dalam sistem ekonomi juga terdapat perkembangan strategi ekonomi dimana lmu ekonomi pada dasarnya dimaksudkan untuk mempelajari bagaimana usaha-usaha manusia memenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani) agar mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Kebutuhan hidup jasmani sudah jelas seperti: alat transportasi, alat komunikasi, kebutuhan peralatan rumah tangga, sandang, papan dan pangan yang untuk memenuhinya diperlukan teknologi untuk memproduk-sinya. Salah satu ukuran berkembangnya ekonomi suatu negara adalah terciptanya pertumbuhan ekonomi setiap tahun yang tinggi yang dilandasi oleh struktur ekonomi atau indikator pembangunan ekonomi yang kuat atau disebut pula fundamental ekonomi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi merupakan proses terjadinya kenaikan produk nasional bruto riel disamping ukuran yang lain, seperti produk domestik bruto perkapita,dll. Faktor-faktor pertumbuhan ekonomi dapat kita lihat seperti Sumber Daya Alam,
Teknologi, Tenaga kerja yang terdidik, dan faktor sosial budaya seperti stabilitas keamanan dan politik. Selama ini banyak negara sedang berkembang telah
 berhasil menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, tetapi masih banyak permasalahan pembangunan yang belum terpecahkan,
seperti : tingkat pengganguran tetap tinggi, pembagian pendapatan tambah tidak merata, masih banyak terdapat kemiskinan absolut, tingkat pendidikan rata -rata masih rendah, pelayanan kesehatan masih kurang, dan sekelompok kecil penduduk yang sangat kaya cenderung semakin kaya sedangkan sebagian besar penduduk tetap saja bergelut dengan kemiskinan, yang terjadi bukan trickle down tapi trickle up. Keadaan ini memprihatinkan, banyak ahli ekonomi pembangunan yang mulai mempertanyakan arti dari pembangunan.
Teori teori pertumbuhan ekonomi:
1. Teori Pertumbuhan Klasik
Teori ini dipelopori oleh Adam Smith, David Ricardo, Malthus dan John Stuart Mill. Menurut teori ini pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh empat faktor yaitu jumlah penduduk,
jumlah barang modal, luas tanah dan kekayaan alam serta tekhnologi yang digunakan. Mereka lebih menaruh perhatiannya pada pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi. Mereka asumsikan luas tanah dan kekayaan alam serta tekhnologi
tidak mengalami perubahan.
2. Teori Pertumbuhan Harrod-Domar
Teori Harrod-Domar adalah perkembangan langsung dari teori makro Keyness jangka pendek menjadi suatu teori makro jangka panjang. Aspek utama yang dikembangkan oleh teori Keyness adalah aspek yang menyangkut peranan investasi (I) dalam jangka panjang. Harrod – Domar melihat pengaruh investasi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Menurut kedua ekonom ini, pengeluaran investasi (l) tidak hanya mempunyai pengaruh terhadap permintaan agregat (Z), tetapi terhadap penawaran agregat (S) melalui pengaruhnya terhadap kapasitas produksi. Dalam perspektif waktu yang lebih panjang ini, l menambah stok kapital. Jadi l = ΔK, dimana K adalah stok kapital dalam masyarakat. Ini berarti pula peningkatan kapasitas produksi masyarakat.
3. Teori Pertumbuhan Neo-Klasik
Robert Solow dan Trevor Swan mengembangkan model pertumbuhan ekonomi yang sering disebut model pertumbuhan neo-klasik. Model Solow-Swan memusatkan perhatiannya kepada bagaimana pertumbuhan penduduk, akumulasi kapital, kemajuan tekhnologi dan output saling berinteraksi dalam proses pertumbuhan ekonomi.
4. Teori Pertumbuhan Schumpeter
Schumpeter berpendapat bahwa motor penggerak perkembangan ekonomi adalah suatu proses yang ia beri nama inovasi dan pelakunya adalah para inovator. Menurut Schumpeter, yang lebih menarik dan lebih pentin g adalah kenaikan output yang bersumber dari
perkembangan ekonomi. Perkembangan ekonomi adalah kenaikan output yang disebabkan oleh inovasi yang dilakukan oeh para wiraswasta. Inovasi mempunyai tiga pengaruh, yang pertama adalah diperkenalkannya teknologi baru, yang kedua, inovasi menimbulkan keuntungan lebih yang merupakan sumber dana penting bagi akumulasi kapital. Yang
ketiga, inovasi akan diikuti oleh timbulnya proses imitasi.

Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai proses kenaikan output per kapita dalam
jangka panjang. Ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam definisi tersebut, yaitu :
(1) proses, (2) output per kapita, dan (3)jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi
adalah suatu proses, bukan suatu gambaran ekonomi pada suatu saat. Simon Kuznet
mendefenisikan pertumbuhan ekonomi suatu negara sebagai “kemampuan neg ara
itu untuk menyediakan barang –barang ekonomi yang terus meningkat bagi pendu -
duknya, pertumbuhan kemampuan ini berdasarkan pada kemajuan teknologi dan
kelembagaan serta penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya”. Dalam analisanya
yang mendalam, Kuznet memisahkan enam karakteristik yang terjadi dalam proses
pertumbuhan pada hampir semua negara dan dari pendapatnya tersebut di bawah ini
terlihat bahwa salah satu faktor yang sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan
ekonomi yaitu perdagangan (ekspor).Dua variabel ekonomi agregatif : tingginya
tingkat pertumbuhan output per kapita dan populasi dan ting-ginya tingkat kenaikan
produktivitas faktor produksi secara keseluruhan atau terutama produktivitas tenaga kerja.

Kesimpulan
 Krisis moneter dan ekonomi yang kita alami saat ini dimana kita adalah paling terpuruk diantara negara-negara Asean. khususnya disebabkan salah satu faktor adalah ketergantungan yang sangat besar kepada luar negeri baik itu barang-barang modal, teknologi atau tenaga ahli yang terpaksa dibayar mahal, dan didanai dari hutang luar negeri yang sangat besar dan terlebih lagi hasil produk kita tsb. sebagian besar hanya menghasilkan rupiah (pasar lokal) sulit menembus pasaran internasional yang salah satu
disebabkan kelemahan teknologi, sehingga ekonomi kita sangat rentan terhadap berbagai krisis.  Lemahnya pembangunan dan pengembangan dibidang teknologi
yang merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan
ekonomi karena strategi maupun yang dilakukan ekonom (strategi kompetisi) tidak akan ada arti bila tidak ada kemampuan teknologi melalui peningkatan SDM dalam rangka peningkatan rekayasa teknologi industri. Oleh karena itu peranan teknolog sangat strategis
dalam memangku jabatan, menteri pendidikan dan jajarannya, menteri tenaga kerja serta jabatan lain yang memerlukan atau ada keterkaitan dengan teknologi yang diuraikan
diatas, sehingga posisi-posisi tersebut sete-rusnya harus dipegang oleh para teknologi, agar pembangunan, pengem-bangan dan pendidikan dibidang tekno-logi khususnya dapat
berjalan sebagai mana mestinya, karena kemampuan teknologi sendiri akan mengurangi keter –gantungan dalam pembangunan ekonomi yang memberatkan dan akan memperkuat
fundamental ekonomi kita.  Kekuatan ekonomi yang bertumpu pada kekuatan teknologi sendiri (bukan assembling atau rakitan) tidak akan mengalami  kekacauan yang parah apabila terjadi krisis seperti saat ini dibanding negara lainnya yang mana depresiasi
mata uangnya tidak merosot depresiasi mata uang kita  Selama ini kita sangat menga-baikan pembangunan dan pengembangan teknologi sebagai salah satu faktor dalam pertumbuhan ekonomi, sehingga ekonomi kita sangat rentan terhadap berbagai krisis.








sumber

Mulyadi Arjun Nasution
STIE AUB Surakarta
e-journal.stie-aub.ac.id/index.php/probank/article/download/66/48
M. Dawam Rahardjo
LSAF Jakarta
UNISIA, Vol. XXXII No. 72 Desember 2009

Ahmad Ma’ruf 1 dan Latri Wihastuti
Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan
Volume 9, Nomor 1, April 2008: 44 - 55






Tidak ada komentar:

Posting Komentar