NAMA:
RIANY
KLS: 1EB07
KLS: 1EB07
NPM: 26212269
SISTEM
PEREKONOMIAN INDONESIA
Pendahuluan
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu
negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu
maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem
ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.
Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi.
Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.
Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem
tersebut. Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara
sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan
hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil
produksi. Sementara pada perekonomian
pasar (market economic),
pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa
melalui penawaran dan permintaan.
Sistem
ekonomi bisa diartikan sebagai suatu sistem yang digunakan oleh suatu negara
yang bertujuan untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki kepada
individu maupun organisasi yang terdapat di negara tersebut. Berarti, sistem
ekonomi Indonesia adalah suatu sistem yang digunakan oleh negara kita yang
tujuannya untuk mengalokasikan berbagai sumber daya yang negara kita miliki
kepada setiap warga negara Indonesia Walaupun secara keseluruhan sistem ekonomi memiliki
berbagai macam jenis dan turunannya, secara umum suatu sistem ekonomi memiliki
3 macam jenis yakni sistem ekonomi kapitalis, Sistem ekonomi sosialis, dan
sistem ekonomi campuran.
Sistem
ekonomi sosialis bercirikan wewenang serta campur tangan negara yang besar
terhadap perekonomian, sementara sistem ekonomi kapitalis bercirikan wewenang
swasta dan masyarakat yang bebas bersaing dalam memperoleh keuntungan dan
campur tangan pemerintah sangat minim, sementara sistem ekonomi campuran adalah
paduan dari kedua sistem ekonomi tersebut dan merupakan sistem ekonomi
Indonesia.
Isi
Sistem ekonomi Indonesia Mula-mula
mengarah kepada haluan sosialis, tetapi kemudian berbalik
ke kanan, ke haluan liberal. Sejak orde baru di usahakan untuk diseimbangkan.
pada akhir dasawarsa ’70-an dicapai titik keseimbangan menjadi Sistem ekonomi
pancasila.. Dalam kapitalisme misalnya landasan teori manusianya tercemin dalam
asumsi homo-economicus.sedangkan dalam sosialisme landasan teorinya adalah
konsep homo socius... Sistem ekonomi sendiri, dengan mengacu kepada Sistem
Ekonomi Kapitalis, Sedangkan norma ekonomi itu mencakup konsep-konsep atau
persepsi-persepsi pertama mengenai kerja, kedua tentang kekayaan, ketiga
tentang perdagangan, keuangan dan industri, kempat tentang perubahan ekonomi
dan inovasi teknis,kelima berkaitan dengan faktor-faktor ekonomi serta keenam
sikap terhadap mereka yang tidak memiliki sumberdaya ekonomi atau karitas.
Sistem ekonomi Indonesia, sering disebut azas usaha
bersama, kekeluargaaan dan tradisi gotong rakyat atau tolong menolong di kalangan rakyat terutama di pedesaan. Sistem
ekonomi pada umumnya dipahami sebagai sistem ekonomi yang universal, seperti
Merkantilisme, kapitalisme atau sistem ekonomi liberal laizzes faire,
sosialisme, sosial demokrasi, sistem pasar sosial atau sistem ekonomi Islam.
Namun dalam praktik, berbagai unsur sistem itu bercampur, misalnya menjadi
sistem perekonomian campuran (mixed-economy)). Atau konvergensi antara
dua kutub ekstrem, yaitu kapitalisme dan sosialidsme., Sistem Ekonomi Pancasila
adalah penjabaran dan realisasi nilai-nilai Pancasila dalam perekonomian
Indonesia Sistem Ekonomi Pancasila sebagai sebuah konsep
normatif berdasarkan ideologi yang dianut resmi di
Indonesia. Sistem Perekonomian Indonesia adalah kajian tentang sistem
perekonomian yang berkembang dalam praktek dalam sejarah perkembangan
perekonomian Indonesia yang bisa ditelusuri sejak dari zaman pra kolonial,
kolonial, terutama sejak abad ke 19 dan abad 20.
Ekonomi Dualistis
Ekonomi Dualistis adalah dua sistem ekonomi yang
bertentangan yang berada bersama pada suatu waktu tertentu, yaitu di Hindia
Belanda, sistem perekonomian pra-kapitalistis yang mengadung corak feodal dan
tradisional dan sistem ekonomi kapitalisme tinggi yang berlaku pada tahap
kapitalisme awal dalam perekonomian kolonial. Ciri dari perekonomian dualistis
itu antara lain adalah ko-eksistensi antara perekonomian desa dan kota. Dalam
teori ekonomi pembangunan modern dikatakan bahwa rakyat miskin karena kelemahannya
sendiri; “Rakyat miskin karena miskin”. Tapi dalam pandangan kaum strukturalis,
rakyat miskin karena dimiskinkan oleh
eksploitasi yang terkandung dalam sistem ekonomi. Mereka tidak bisa berkembang
karena hambatanhambatan struktural yang tidak dapat mereka atasi sendiri
kecuali dihilangkan oleh otoritas politik.Menurut kajian historis G.H.A. Prince
tentang “Kebijaksanaan Ekonomi Indonesia 1990-1942” campur tangan atau
intervensi Pemerintah Hindia Belanda dari perekonomian rakyat dinilai dari
statemen Ratu Wilhelmina dalam suatu pidato awalnya di States General pada
tahun 1901 yang mengumumkan akan dilakukannya kebijaksanaan baru Pemerintah
jajahan untuk meningkatkan kesejahteraan berdasarkan laporan mengenai kondisi
yang mencemaskan di sekitar merosotnya kesejahteraan rakyat semenjak berlakukan
sistem laizess faire 1970-1990.
Dalam sistem ekonomi juga terdapat perkembangan strategi
ekonomi dimana lmu ekonomi pada dasarnya dimaksudkan untuk mempelajari
bagaimana usaha-usaha manusia memenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani) agar
mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Kebutuhan hidup jasmani sudah jelas
seperti: alat transportasi, alat komunikasi, kebutuhan peralatan rumah tangga,
sandang, papan dan pangan yang untuk memenuhinya diperlukan teknologi untuk
memproduk-sinya. Salah satu ukuran berkembangnya ekonomi suatu negara adalah terciptanya
pertumbuhan ekonomi setiap tahun yang tinggi yang dilandasi oleh struktur
ekonomi atau indikator pembangunan ekonomi yang kuat atau disebut pula
fundamental ekonomi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi merupakan proses terjadinya
kenaikan produk nasional bruto riel disamping ukuran yang lain, seperti produk
domestik bruto perkapita,dll. Faktor-faktor pertumbuhan ekonomi dapat kita
lihat seperti Sumber Daya Alam,
Teknologi, Tenaga kerja yang terdidik,
dan faktor sosial budaya seperti stabilitas keamanan dan politik. Selama ini
banyak negara sedang berkembang telah
berhasil menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi
yang cukup tinggi, tetapi masih banyak permasalahan pembangunan yang belum
terpecahkan,
seperti : tingkat pengganguran tetap tinggi, pembagian
pendapatan tambah tidak merata, masih banyak terdapat kemiskinan absolut,
tingkat pendidikan rata -rata masih rendah, pelayanan kesehatan masih kurang,
dan sekelompok kecil penduduk yang sangat kaya cenderung semakin kaya sedangkan
sebagian besar penduduk tetap saja bergelut dengan kemiskinan, yang terjadi
bukan trickle down tapi trickle up. Keadaan ini memprihatinkan, banyak ahli
ekonomi pembangunan yang mulai mempertanyakan arti dari pembangunan.
Teori teori pertumbuhan ekonomi:
1. Teori Pertumbuhan Klasik
Teori ini dipelopori oleh Adam Smith, David Ricardo,
Malthus dan John Stuart Mill. Menurut teori ini pertumbuhan ekonomi dipengaruhi
oleh empat faktor yaitu jumlah penduduk,
jumlah barang modal, luas tanah dan kekayaan alam serta
tekhnologi yang digunakan. Mereka lebih menaruh perhatiannya pada pengaruh
pertumbuhan penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi. Mereka asumsikan luas tanah dan
kekayaan alam serta tekhnologi
tidak mengalami perubahan.
2. Teori Pertumbuhan Harrod-Domar
Teori Harrod-Domar adalah perkembangan langsung dari
teori makro Keyness jangka pendek menjadi suatu teori makro jangka
panjang. Aspek utama yang dikembangkan oleh teori Keyness adalah aspek
yang menyangkut peranan investasi (I) dalam jangka panjang. Harrod – Domar
melihat pengaruh investasi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Menurut kedua
ekonom ini, pengeluaran investasi (l) tidak hanya mempunyai pengaruh terhadap
permintaan agregat (Z), tetapi terhadap penawaran agregat (S) melalui
pengaruhnya terhadap kapasitas produksi. Dalam perspektif waktu yang lebih
panjang ini, l menambah stok kapital. Jadi l = ΔK, dimana K adalah stok kapital
dalam masyarakat. Ini berarti pula peningkatan kapasitas produksi masyarakat.
3. Teori Pertumbuhan Neo-Klasik
Robert Solow dan Trevor Swan mengembangkan model
pertumbuhan ekonomi yang sering disebut model pertumbuhan neo-klasik. Model
Solow-Swan memusatkan perhatiannya kepada bagaimana pertumbuhan penduduk,
akumulasi kapital, kemajuan tekhnologi dan output saling berinteraksi dalam
proses pertumbuhan ekonomi.
4. Teori Pertumbuhan Schumpeter
Schumpeter berpendapat bahwa motor penggerak perkembangan
ekonomi adalah suatu proses yang ia beri nama inovasi dan pelakunya adalah para
inovator. Menurut Schumpeter, yang lebih menarik dan lebih pentin g adalah kenaikan
output yang bersumber dari
perkembangan ekonomi. Perkembangan ekonomi adalah
kenaikan output yang disebabkan oleh inovasi yang dilakukan oeh para
wiraswasta. Inovasi mempunyai tiga pengaruh, yang pertama adalah diperkenalkannya
teknologi baru, yang kedua, inovasi menimbulkan keuntungan lebih yang merupakan
sumber dana penting bagi akumulasi kapital. Yang
ketiga, inovasi akan diikuti oleh timbulnya proses
imitasi.
Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai proses kenaikan
output per kapita dalam
jangka panjang. Ada tiga aspek yang perlu diperhatikan
dalam definisi tersebut, yaitu :
(1) proses, (2) output per kapita, dan (3)jangka panjang.
Pertumbuhan ekonomi
adalah suatu proses, bukan suatu gambaran ekonomi pada
suatu saat. Simon Kuznet
mendefenisikan pertumbuhan ekonomi suatu negara sebagai
“kemampuan neg ara
itu untuk menyediakan barang –barang ekonomi yang terus
meningkat bagi pendu -
duknya, pertumbuhan kemampuan ini berdasarkan pada
kemajuan teknologi dan
kelembagaan serta penyesuaian ideologi yang
dibutuhkannya”. Dalam analisanya
yang mendalam, Kuznet memisahkan enam karakteristik yang
terjadi dalam proses
pertumbuhan pada hampir semua negara dan dari pendapatnya
tersebut di bawah ini
terlihat bahwa salah satu faktor yang sangat penting
untuk meningkatkan pertumbuhan
ekonomi yaitu perdagangan (ekspor).Dua variabel ekonomi
agregatif : tingginya
tingkat pertumbuhan output per kapita dan populasi dan
ting-ginya tingkat kenaikan
produktivitas faktor produksi secara keseluruhan atau
terutama produktivitas tenaga kerja.
Kesimpulan
Krisis moneter dan ekonomi yang kita alami saat ini dimana kita adalah paling terpuruk diantara negara-negara Asean.
khususnya disebabkan salah satu faktor adalah ketergantungan yang sangat besar
kepada luar negeri baik itu barang-barang modal, teknologi atau tenaga ahli
yang terpaksa dibayar mahal, dan didanai dari hutang luar negeri yang sangat
besar dan terlebih lagi hasil produk kita tsb. sebagian besar hanya menghasilkan
rupiah (pasar lokal) sulit menembus pasaran internasional yang salah satu
disebabkan kelemahan teknologi, sehingga ekonomi kita
sangat rentan terhadap berbagai krisis. Lemahnya pembangunan dan pengembangan dibidang
teknologi
yang merupakan salah satu faktor penting dalam
pembangunan
ekonomi karena strategi maupun yang dilakukan ekonom
(strategi kompetisi) tidak akan ada arti bila tidak ada kemampuan teknologi melalui
peningkatan SDM dalam rangka peningkatan rekayasa teknologi industri. Oleh
karena itu peranan teknolog sangat strategis
dalam memangku jabatan, menteri pendidikan dan
jajarannya, menteri tenaga kerja serta jabatan lain yang memerlukan atau ada
keterkaitan dengan teknologi yang diuraikan
diatas, sehingga posisi-posisi tersebut sete-rusnya harus
dipegang oleh para teknologi, agar pembangunan, pengem-bangan dan pendidikan dibidang
tekno-logi khususnya dapat
berjalan sebagai mana mestinya, karena kemampuan
teknologi sendiri akan mengurangi keter –gantungan dalam pembangunan ekonomi
yang memberatkan dan akan memperkuat
fundamental ekonomi kita. Kekuatan ekonomi yang bertumpu pada kekuatan
teknologi sendiri (bukan assembling atau rakitan) tidak akan mengalami kekacauan yang parah apabila terjadi krisis
seperti saat ini dibanding negara lainnya yang mana depresiasi
mata uangnya tidak merosot depresiasi mata uang kita Selama ini kita sangat menga-baikan
pembangunan dan pengembangan teknologi sebagai salah satu faktor dalam
pertumbuhan ekonomi, sehingga ekonomi kita sangat rentan terhadap berbagai krisis.
sumber
Mulyadi Arjun Nasution
STIE AUB Surakarta
e-journal.stie-aub.ac.id/index.php/probank/article/download/66/48
M. Dawam Rahardjo
LSAF Jakarta
UNISIA, Vol. XXXII No. 72 Desember
2009
Ahmad Ma’ruf 1 dan Latri Wihastuti
Jurnal
Ekonomi dan Studi Pembangunan
Volume 9,
Nomor 1, April 2008: 44 - 55
Tidak ada komentar:
Posting Komentar